Selamat Datang di STIKES HAMZAR LOMBOK TIMUR

STIKes Hamzar dan Wawasan Kebangsaan.

09 Desember 2017
14:25:41 WIB

 

Pemuda khususnya mahasiswa yang merupakan generasi penerus pembangunan dan merupakan generasi intelektual, dengan segala potensinya senantiasa dituntut sebagai penggerak roda pembangunan Indonesia. Namun jalannya pembangunan tentu bisa dilaksanakan bila ada suasana tenteram, kondusif, persatuan dan kesatuan, dan tidak terjadi kegaduhan. Demikian jabarkan oleh Dandim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf Agus Setiandar, S.I.P. sebagai pemateri dalam seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema “Peran Pemuda dalam Bela Negara” sebagai salah satu rangkaian dari acara Program Pengenalan Mahasiswa Baru (PPMB) yang diselenggarakan di Kampus STIKes Hamzar. Letkol Inf Agus menggambarkan bagaimana negara-negara di Timur Tengah seperti Irak, Iran, Libya, Mesir, Suriah, Kuwait, sudan dan beberapa negara di Afrika tidak bisa melaksanakan pembangunan dengan baik karena terjadinya konflik. Lebih jauh di gambarkan konflik di negara-negara tersebut berdasarkan analisis ahli bermuara dari adanya kepentingan terhadap sumber daya energi yang ada di negara-negara tersebut, karena secara umum negara-negara tersebut merupakan negara yang kaya akan sumber energi seperti minyak.
Kaitannya dengan Indonesia, dalam penjelasannya Letkol Inf Agus menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang posisinya strategis dan kaya akan sumber energi, baik energi terbarukan maupun energi tidak terbarukan. Potensi yang luar biasa ini, lanjut beliau, membuat Indonesia sangat berpotensi menjadi rebutan untuk di kuasai oleh bangsa lain. Karena itu, pemuda, khususnya mahasiswa harus bisa menganalisis dan mewaspadai setiap potensi yang mengancam dari luar melalui gerakan-gerakan penyusupan dan mengarahkan mahasiswa untuk melakukan tindakan yang tidak baik seperti tawuran antara mahasiswa, perusakan fasilitas umum dan objek vital, bentrokan mahasiswa dengan masyarakat, penyalahgunaan narkoba, dan gerakan-gerakan provokasi melalui media seperti internet ataupun media sosial, yang tujuan kesemuanya itu tak lain adalah untuk melemahkan Indonesia dan memudahkan untuk menguasainya. Pemuda adalah agen perubahan. Pemuda adalah pengawal peradaban.
Di akhir penyampaian materinya, Letkol Inf. Agus meminta generasi muda untuk mengarahkan potensi dan kekuatannya untuk membela Indonesia, membangun Indonesia dengan memberikan prestasi-prestasi di bidang masing-masing. Tetap bermimpi, tetap belajar, tetap fokus, dan tetap berbuat yang terbaik untuk Indonesia.

 


Tag

Share

    Google Search

    Tag Cloud


    Agenda

    ' WISUDA AKAN DILAKSANAKAN PADA HARI/TANGGAL: SABTU, 17 PEBRUARI ...'

    Artikel Terpopuler

    BY : Ns. ANATUN AUPIA, M.S.N. DOSEN STIKES

    Berita Terpopuler

    Video Terpopuler

    Facebook Fanpage

    Banner