HUBUNGAN POLA ASUH MAKAN DAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI DESA MARONG LOMBOK TENGAH

Penelitian Dosen
ABSTRAK Masa tumbuh kembang di usia anak 2-5 tahun ini merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah terulang, karena itu sering disebut golden age atau masa keemasan, namun di masa ini akan rentan mengalami penyakit yang berdampak pada status gizi di masa selanjutnya. Masalah yang biasa terjadi dimasa ini adalah terjadinya penyakit infeksi yang dapat menurunkan asupan balita yang akan berdampak pada salah satunya adalah stunting. Di Desa Marong Lombok Tengah Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah, diperoleh sebesar 25% mengalami stunting dengan katagori pendek. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan Hubungan Pola Asuh Makan Dan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2 – 5 Tahun Di Desa Marong Lombok Tengah. Penelitian idni adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 86 anak…
Read More

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TERUWAI

Penelitian Dosen
ABSTRAK Anemia merupakan suatu keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) yang terlalu sedikit, yang mana sel darah merah itu mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Suami adalah orang pertama dan utama dalam memberi dorongan kepada istri sebelum pihak lain turut memberi dorongan, dukungan dan perhatian.Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisa hubungan dukungan suami dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil dengan kejadian anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak memiliki dukungan suaminya terhadap pemenuhan nutrisi ketika hamil yaitu sebanyak 25 orang (59,5%) dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki dukungan suaminya terhadap pemenuhan nutrisi ketika hamil yaitu sebanyak 17 orang (40,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak tidak mengalami kejadian anemia yaitu sebanyak 26…
Read More